Perlu kita sadari bahwa yang diperintahkan Allah SWT adalah ‘bangun malam’ dan bukan tidur malam.
Namun yang terjadi kini, dengan berbagai alasan dan kebiasaan yang kurang
tepat, lebih sering tidur malam. Akhirnya yang terjadi tidur kemalaman dan
bangun kesiangan. Akhirnya kita sendiri yang rugi.
Dalam tradisi Islam yang disebut bangun pagi adalah bangun sebelum waktu
subuh. Bukankah Nabi Muhammad SAW mendoakan umatnya yang selalu bangun pagi? “Allahumma baarik li ummatiy fii bukuurihaa”,
“Ya Allah berilah barakah kepada umatku
yang selalu bangun pagi.”
Sebuah situs menyebutkan bahwa, shalat shubuh memiliki manfaat dan
keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya secara rutin
setiap hari. Meskipun hanya dua rakaat, Shalat shubuh menyimpan banyak rahasia
yang dahsyat, baik dari segi rohani, kesehatan, dan kesuksesan hidup. Dalam
Hadits Riwayat Muslim, Rasulullah Saw
bersabda “Dua rakaat Shalat Shubuh
lebih baik daripada dunia seisinya.”
Dari sisi rohani, Shalat shubuh mempunyai banyak keutamaan, diantaranya
menyelamatkan dari azab, mendapat pahala setara pahala haji dan umrah, terbebas
dari api neraka, terhindar dari kemunafikan, serta mendapat perlindungan dari
Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “Berpagi-pagilah
kalian dalam menunaikan Shalat Shubuh karena itulah pahala yang paling mulia.”
(HR Tirmidzi)
Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan shalat shubuh pun
mampu menormalkan kinerja syaraf otak. Apalagi saat pagi hari kadar ozon (O3)
cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas syaraf dan otak. Termasuk mengurangi
risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung. Bahkan, Shalat shubuh
bermanfaat bagi kesuksesan dalam kehidupan. Sebab, saat pagi hari sampai fajar
pintu-pintu rezeki di buka oleh Allah SWT. Karena itu, setelah melaksanakan
shalat shubuh dilarang tidur kembali, sebaliknya sangat dianjurkan mulai
beraktivitas, berdzikir, dan berdoa. Hanya yang perlu diingat, niatnya adalah
melaksanakan ibadah dengan niat ikhlas, bukan agar sehat saja, insya Allah
mendapat hikmah. Riset terbaru menunjukkan bahwa otak kita mengeluarkan hormon
melatonin yang berfungsi sebagai zat imunitas atau kekebalan tubuh. Melatonin
ini hanya keluar pada waktu kita tidur malam diantara pukul 23.00-02.00 dan
tanpa terkena cahaya lampu. Oleh karena itu melatonin tak ditemukan dalam darah
disiang hari. Fakta menunjukkan bahwa pekerja malam rentan penyakit kanker dan
utamanya penyakit payudara. (Iftachul’ain Hambali, 2011:18, dalam buku Islamic Pineal Therapy).
Bagi yang masih belum terbiasa bangun pagi, maka perlu segera dicoba.
Bukankah kegiatan yang berlangsung tujuh hari pun bisa menjadi kebiasaan baru.
Apalagi bila habitat atau lingkungannya mendukung akan lebih optimal untuk
bangun pagi. Terkumpulnya habit dan habitat ternyata merupakan resep sukses.
Dalam buku HAMKA di mata hati umat, disebutkan bahwa Almarhum Buya Hamka
selalu membangunkan putera-puterinya dan menyampaikan hikmahnya. Orang yang
selalu bangun pagi shubuh setiap harinya akan bertambah umurnya dua jam,
sebaliknya orang yang terlambat bangun membuang umurnya beberapa jam,
tergantung berapa jam molornya. Mengapa? Ya, karena Buya beralasan tidur sama
dengan mati. Sayang orang kadang susuah saat kehilangan harta, namun tidak
untuk waktu.
Dari paparan itu diketahui, untuk sukses bangun pagi diperlukan habit
dan habitat. Lalu apa keutamaan shalat shubuh tepat waktu? Disaksikan oleh dua
malaikat, yakni malaikat malam dan siang. Allah berfirman, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam
dan (dirikanlah pula shalat) shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan
(oleh malaikat)” (QS. Al-Israa’, 17:78). Rasulullah SAW pun menjelaskan
tentang pergantian shift, “Malaikat
(petugas) malam dan Malaikat siang bertemu pada waktu shubuh” (HR Bukhori).
Apa kiatnya agar mudah bangun shubuh? Diantaranya ‘cepat tidur dan cepat
bangun’. Alat-alat elektronik juga dapat disiapkan. Lebih penting lagi ada
iming-iming Allah SWT melalui lisan Rasulullah SAW, “Barang siapa shalay isya’
berjamaah (di masjid), maka seolah-olah ia shalat separuh malam dan barang
siapa shalat shubuh berjamaah (di masjid), maka seolah-olah ia shalat sepanjang
malam.” (HR Muslim). Hadits ini memberi motivasi yang luar biasa. Hingga kini
belum ada orang kuat shalat sepanjang malam. Untuk itu, mari kita optimalkan
waktu shubuh buat sukses kita dunia akhirat. Jika tidak kini, kapan lagi?
Selamat mencoba ya sobat. (By:Riski Oktavian)

No comments:
Post a Comment