Dalam
menjalani hidup ini kita jangan sampai seperti air yang mengalir. Air yang mengalir
hanya mengikuti arus saja, tak pernah punya tujuan. Seperti kita dalam
menjalani hidup, jangan sampai mengikuti arus. Hidup kita hanya meniru orang
lain, mengikuti kemana mereka berjalan. Orang yang seperti ini sama saja dengan
air yang mengalir diatas daun talas, alias orang yang tidak punya pendirian.
Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai seorang muslim menyikapi hal ini? Tentu
saja dengan menetapkan yang namanya tujuan hidup. Misalnya waktu kecil kita
pernah ditanya soal yang namanya cita-cita. Pada waktu kelas 1 SD ketika
ditanya soal cita-cita kita biasanya menjawab ingin jadi dokter. Kelas 2 SD
ditanya lagi soal cita-cita kita berubah pikiran ingin jadi perawat. Kelas 3 SD
ditanya lagi soal cita-cita berubah lagi ingin jadi guru, ditanya lagi berubah
lagi dan seterusnya. Akan tetapi itu adalah jalan pikiran kita dulu, usia SD.
Nah kalau sekarang masak kita tetap sama dengan anak SD. Jalan pikiran kita pun
seharusnya berubah menjadi lebih baik.
Begitu juga mengenai tujuan hidup kita. Tidak
boleh meniru anak SD yang suka gonta-ganti cita-cita. Itu sama saja kita hanya
mengikuti arus. Kalau teman kita ingin jadi dokter kita juga ingin jadi dokter.
Kalau teman kita ingin jadi guru kita berubah lagi ingin jadi guru. Oleh karena
itu kita perlu yang namanya tujuan hidup. Nah kalau kita sudah punya tujuannya
maka kita pasti punya target-target dalam mencapai tujuan hidup kita. Lalu
target kita apa saja? Nah hal tersebut yang perlu kita pikirkan sekarang. Kalau
hidup kita dipenuhi dengan target-target yang akan dicapai, kita tidak akan
mudah terseret arus, tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. (Hehehehe lirik
lagu kali ya). Lalu sudahkah kalian punya target yang harus dicapai? Bagi yang
sudah selamat, kalian tinggal berusaha untuk mencapai target tersebut. Akan
tetapi bagi yang belum, ini saatnya kalian harus mulai menuliskan target
tersebut. Dalam waktu kurang lebih 1 jam bisakah kalian menuliskan 100 target dalam
hidup yang hendak dicapai? Tuliskan semua target yang akan kalian capai
diselembar kertas. Target tersebut merupakan target yang hendak kalian capai
dalam waktu dekat sampai target yang akan kalian capai dalam jangka waktu yang
lama. Misalnya jika kalian seorang pelajar SMA maka target dalam waktu dekat
yang hendak kalian capai adalah lulus ujian nasional dengan NEM tertinggi.
Kemudian jangka panjangnya kalian bisa menuliskan tentang universitas yang
ingin kalian tempati dan pekerjaan apa yang akan kalian lalui besok, sampai
urusan kriteria jodoh yang kalian harapkan boleh juga hehehe. Yang perlu
diingat, target disini bukannya mau mendahului ketetapan Allah, akan tetapi
lebih pada impian yang perlu kita miliki. Tetapi impian bukan sekedar mimpi
yang terjadi saat kita tidur, tetapi impian yang harus kita wujudkan.
Dengan
target yang telah kita tuliskan tadi, bacalah disetiap harinya. Kalau perlu
ditempelkan didinding kamar atau dimana saja yang bisa kalian lihat kapan saja.
Sehingga jika kita punya banyak target yang banyak, kita jadi semangat untuk
berusaha mewujudkannya. Terutama dengan usaha dan juga doa atau ikhtiar.
Intinya adalah tawakal yaitu berserah diri pada Allah setelah berusaha. Dengan berikhtiar bukan berarti kita
pasrah lalu berdiam diri.
Oleh karena itu kita perlu memiliki mimpi yang kuat. Mimpi atau impian kita
yang kuat ini akan jadi doa yang akan mewujudkan semua target yang telah kita
tuliskan. Jika mimpi kita kuat dan punya keyakinan yang kuat akan tercapainya
mimpi itu pasti target-target kita akan tercapai sdikit demi sedikit.
Bandingkan target kita yang telah kita tuliskan dengan tercapainya satu persatu
target tersebut, kemudian lihatlah dari 100 target itu berapa target yang bisa
kalian capai. Dengan target-target yang telah kita buat ini, kita akan selalu
semangat dan tidak akan mudah menyerah dalam berusaha mewujudkannya. Setiap
kali kita merasa kesulitan dan mengalami hambatan dalam mewujudkan target itu,
lihat dan baca kembali semua daftar target yang telah kita buat, maka kita akan
kembali bersemangat dalam mencapai semua target tersebut. Akan tetapi dalam
mencapai target tersebut mungkin ada beberapa target yang tidak bisa tercapai.
Hal tersebut wajar karena mungkin Allah mempunyai rencana yang lebih baik untuk
kita.
Seperti
yang tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 216 berikut ini, “Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH SWT mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui”. (QS. Al Baqarah: 216). Dari potongan ayat tersebut
dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita tidak boleh terlalu bersedih jika target
kita belum atau tidak tercapai. Bisa jadi jika target tadi tercapai malah belum
tentu baik untuk kita, karena Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk kita.
Jadi tetap semangat dan jangan putus asa. Keep istiqomah dan husnudzon ya guys!
: D
(Utita Agustina)

No comments:
Post a Comment