Wednesday, July 17, 2013

NAIK KELAS YA HARUS NAIK JUGA DONG AKHLAKNYA



Hore bulan Ramadhan telah lewat beberapa hari, masih full kan puasanya sobat ?. alhhamduliilah kalau full, kalau yang belum tetap semangat ya. Ramadhan ini kalau ga salah bertepatan dengan kenaikan kelas kan. Tetep semangat belajar ya sobat-sobat. Momen kenaikan kelas ini pasti terasa untuk sobat-sobat yang dahulu menjadi adik kelas sekarang menjadi kaka kelas yang lebih tinggi lagi kan (dan tidak mungkin sebaliknya yaitu turun kelas kan, hehe). Tahu ga sobat-sobat, walaupun sekarang ini bukan ulaang taun sobat-sobat tapi ngerasa ga kalau umur sobat sudah tambah tuwa lho (walau pun tak se tua mbah Romo sih). Nah, kalau semakin tambah tua kan otomatis catatan Malaikat Rokib atau Atit semakin banyak kan ?, lha sekarang tinggal catatan mana yang lebih banyak dan terus bertambah.

Ada pepatah yang berbunyi  “kalau hari ini sama dengan atau lebih buruk dari hari kemaren marka engkau merugi, tapi jika hari ini lebih baik dari hari kemaren maka beruntunglah engkau”. Nah sekarang ayo kita lihat pada diri kita masing-masing jadi yang beruntung  atau yang merugi ?. kalau dilihat dari makna katanya “Naik” kan otomatis kea rah yang lebih baik, jadi yuk kita bener-bener naik, bukan Cuma naik di bidang formal persekolahan tapi juga akhlak kita. Sobat-sobat tau ga bahwa manfaat dari meningkatnya akhlak kita itu ada banyak lho. Ada manfaat yang bisa kita petik di dunia, ada pula yang bisa kita petik di akhirat.
Manfaat di dunia akan kelihatan atau terasa di perasaan (hati) sobat-sobat. Akhlak yang senantiasa memperbaiki diri itu otomatis akan tenang, cerdas menghadapi serta menyelesaikan masalah , terhindar dari setress. Ciyuss?!, ciyuss 100% Sob. Orang yang pintar memanage perasaan dan tingkahnya sudah barang tentu begitu karena itu berkaitan dengan syaraf utama kita yaitu otak. Untuk pertanyaan biologisnya silahkan Tanya pak dokter dan psikolog ya, karna nanti akan panjang beud kalau dijelaskan disini, hehe. Untuk manfaat di akherat itu sangat besar lho sobat, dan yang paling mantabbbsss adalah Jannah (Surga). Kan mana mungkin surge itu dihuni oleh orang-orang yang tak berakhlak. Untuk gambaran surga pokoknya lebih indah dari dunia ini dan seisinya. Mau. . mau. . mau ? makanya bersikap baik dan terus memperbaiki diri. Kalau ga percaya tanya mbah Romo aja deh.
Yuk bahas kerugiannya. Untuk kerugiannya ada banyak juga lho sobat,  kerugian di dunia dan di akhirat. Untuk di dunia selain kerugian secara sosial, sobat juga bakalan rugi secara bentuk fisik. Dari sisi sosial sobat-sobat otomatis akan dijahi temen-temen entah di sekolah atau di masyarakat. Selain dijauhi sobat juga berpeluang terjerumus di ranah maksiat lho (Nangudzubillah) dan masa muda sobat akan sangat merugi banget. Jangan sampai ya sobat-sobat mah jadi pemuja dunia yang fana ini. Jadi kalau sobat bnyak masalah dan terasa kok tertekan dan lain-lain, curhat aja sama mbah Rama, insyaAllah beliau bisa membimbing sobat. Nah untuk kerugian fisik, adalah salah satunya dapat menyebabkan darah tinggi kalau kebanyakan marah, babak belur kalau kebanyakan berkelahi dengan emosi di luar ring, dan lein lain. Untuk kerugian akhiratnya sudah tahu kan ? yap bener, Neraka. Sobat-sobat tau ga hukuman paling ringan dineraka itu seperti apa? Hukuman paling ringan di neraka itu adalah seseorang di tancapkan pada tiang besi besar yang panas menyala dan terus mengeluh tanpa henti karena saking beratnya hukumannya. Nangudzubillah, semoga kita senantiasa dijauhkan dari api neraka. Amiin ya Robb. Yah cukup sekian ya artikel kali ini, see you. . :D
(Shiroichi)




Picture By: redaksi.luwuraya.com

No comments:

Post a Comment