Berikut ini adalah beberapa uraian singkat
yang merupakan beberapa kaidah dan bekal dasar yang harus dipegang oleh seorang
penuntut ilmu yang setidaknya harus diperhatikan agar selamat dari berbagai
keracunan dan penyimpangan, yaitu:
1. Ambillah ilmu syar’i dari sumbernya yang
jelas dan otentik, yaitu Al-Quran dan As-Sunah. ALLAH Azza Wa Jalla berfirman :
“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kaidah dari Rabb kalian dan jangan kalian
mengikuti para pimpinan selainNya, sedikit kalian mengambil pelajaran dariNya”.
(QS. Al-A’raf :3)
2. Pahamilah
Al-Quran sesuai dengan pemahaman salafus shalih yakni para sahabat dan yang
mengikuti mereka dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Karena dengan
pemahaman salafus shalih lah kita bisa memahami ajaran islami ini dengan baik
dan sempurna sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah dan Rasulnya. Karena
mereka adalah generasi terbaik umat ini yang telah mendapatkan jaminan atas
kredibilitas mereka dihadapan ALLAH dan RasulNya. Bukan hanya itu bahkan Allah SWT telah
menunjukkan keridhoannya atas mereka semua dalam QS. AT- Taubah : 100).
Rasulullah bersabda: sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang
setelah mereka dan setelah mereka”(HR. Bukhari Muslim). Tidak diragukan lagi
bahwa kebenaran itu bersama mereka dan itu sangat wajar karena mereka adalah
orang yang paling tahu mengenai agama ini setelah Nabi. Karena mereka
menyaksikan sendiri dimana, kapan, dan bagaimna turunnya.
3. Waspadaiah
para ulama/da’i jahat yang sesat dan menyesatkan. Yaitu para ulama dan
da’i yang membawa ajaran yang menyimpang dari aqidah islam yang murni serta
menyebabkan pemikiran dan keyakinan yang menyimpang tersebut ditengah umat.
Diantara ciri-ciri mereka adalah yang suka berda’i dengan ayat-ayat yang begitu
jelas maknanya untuk bisa mereka tafsirkan semau kehendak mereka dengan tujuan
untuk menyebabkan fitnah dan menyesatkan umat.
4. Pilihlah guru yang dikenal berpegang teguh
kepada Sunnah Nabi dalam Aqidahnya, ibadahnya, akhlaknya dan amalannya. Karena
seeorang harus mengetahui dari siapa ia akan mengambil ilmu agamanya serta berhati-hati dalam masalah ini.
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama aka lihatlah dari siapa kalian mengambil
agama kalian”. (HR. Muslim). Oleh karena itu , sudah seharusnya bagi kita
memperhatikan dengan siapa kita bergaul dan yang paling penting adalah kita
juga harus memperhatikan dari siapa kita akan mengambil ilmu agama kita. By : Dinasti Luksana

No comments:
Post a Comment