Alhamdulillah nih sob ujian
nasional sudah berlalu. Gimana kemaren rasanya ngerjain ujian nasional ? deg2an
? grogi ? takut ?, tapi pasti sekarang sudah sangat lega ya. Di tingkat SMA
sederajat pun sudah diumumkan kelulusannya, tinggal menunggu yang tingkat SMP
dan SD. Ketika mendengar anaknya lulus pasti orang tua kalian pada senang. Selamat
ya sobat-sobat.
Corat-coret baju, tradisi
perayaan lulusan sekolah yang sering dilakukan pelajar Indonesia. Perasaan senang
biasanya tercampur aduk bersama teman ketika diumumkan lulus. Kadang tangis pun
pecah karena saking senangnya. Ketika lulusan, pelajar biasanya sudah
menyiapkan cat, pilok, spidol, atau lain sebagainya untuk menulis kenang-kenang
di fasilitas sekolah atau dipakaian seragam sekolah. Untuk kenang-kenagnan jika
di tanya kenapa mereka melakukannya. Tapi bukankah akan lebih beranfaat jika
tidak melakukannya ? lho, lha nanti kita tidak ada kenang-kenangan dong, trus
seragamnya mau di apain kalau tidak dicorat coret.
Tidak ada manfaatnya sragam kita
setelah kita lulus, itu adalah pemikiran bagi sebagian pelajar, tapi itu salah.
Jika kita tengok sekolah yang lumayan terpelosok dari sekolah kita, seragam
adalah barang yang mewah. Kenapa tidak kita sumbangkan saja ke sana ? lha repot
harus mencari nih. Ya sudah, tidak usah jauh-jauh, tengok saja adik kelas kita
atau tetangga kita, pasti ada yang masih membutuhkan seragam itu kan ? oh iya
ya, tapi kalau tidak ketemu bagaimana ?. kalau tidak ketemu, usul saja kepada
guru BK atau guru yang lain untuk menginformasikan pengumpulan sumbangan sragam
sekolah agar dapat disumbangkan ke panti asuhan atau sekolah terpelosok.
Lha terus untuk kenang-kenangan
lulusan bagaimana ? kan ada barang lainnya kan, foto bisa, atau barang-barang
lain kan ada yang tidak menimbulkan kemubadziran. Bukankah yang terpenting dari
kenangan itu bukan barangnya tapi kenangan dan orangnya. Selama sekolah kita
masih, ingatan kita masih, dan teman kita masih hidup kapanpun kita masih bisa
mengenang masa sekolah kita. Masa sekolah memang sangat indah, coba bayangkan
lebih bangga mana sobat jika besok ditanya anaknya. “pak/buk dahulu ketika
lulusan bapak ngapain ?”, apakah sobat lebih bangga menjawab “bapak/ibu
corat-coret dan konvoi ugal-ugalan di jalan nak” atau “bapak menyumbangkan
sragam bapak untuk anak yang membutuhkan dan bersyukur di masjid atas kelulusan
bapak/ibu”
Kalau begitu kita tidak bisa
asik-asikan dong ketika lulusan ?. ada cara lain kok selain mencoret-coret baju
sehingga menjadi barang mubadzir. Kan kita bisa melakukan hal yang lain seperti
melakukan futsal satu angkatan, wisata, syukur-syuur dan sangat bagus jika dirayakan
dengan syukur kepada Allah SWT,,, itu baru pelajar jempolan... :D.
Oh iya sobat-sobat tidak lupa
mengucap syukur ketika diumumkan lulus ?
No comments:
Post a Comment